Teks Darmawarsa atau yang selanjutnya akan disebut sebagai teks DW, ditulis di atas lempiran daun lontar (Borassus flabellifer) dan ditulis dengan aksara Buda17, atau beraksara gunung. Aksara Buda ini tergolong aksara yang unik karena mempunyai bentuk yang berbeda dengan aksara Jawa Baru ataupun Bali (Rahayu, 2009). Sebagai salah satu peninggalan budaya, sudah tentu teks DW memiliki nilai yang…
Alasan penulis memilih naskah ini ialah karena beberapa hal. Pertama, dibanding teks yang lain dalam naskah ML 420, hikayat tentang Samud ini lebih lengkap dan jelas. Kedua, ternyata kajian tentang Samud Ibnu Salam sudah banyak dilakukan, namun rata-rata naskah berbahasa Jawa, berkasara Jawa Kuno/ Hanacaraka dan Pegon, sedangkan bahasa Melayu dengan aksara Jawi belum ditemukan. Ketiga, teks ini…
Orang Kerinci atau dalam bahasa lokal disebut sebagai Uhang Kincai atau Uhang Kinci adalah mereka yang secara geografis menghuni wilayah Kerinci. Akan tetapi, batasan geografis Kerinci di masa lalu tentulah tidak sama dengan batasan administratif saat ini. Sumber-sumber tradisi lisan menyebutkan bahwa cakupan geografis Kerinci di masa Kesultanan Jambi terdiri dari dua bagian. Pertama disebut s…
Wedharan Wewadining Bawana (selanjutnya disebut WWB) merupakan salah satu naskah Jawa yang berisi teks piwulang. Naskah tersebut merupakan koleksi Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia1 dengan kode naskah PW-24 KS46. Naskah WWB ditulis menggunakan aksara Jawa dan berbahasa Jawa. Teks ditulis dalam bentuk prosa yang ditulis mulai dari halaman 1 sampai 50 dan macapat2 yang ditulis pada halaman…
Versi bahasa Madura teks HMH ditulis dengan judul Carita Yajit Cilaka dengan kode Cod. 4963 (2) (Juynboll, 1907: 73). Brakel (1975: 123) menyebutkan bahwa teks ini masih sama sepeti asalnya meskipun terdapat perubahan-perubahan. Perubahan-perubahan yang dimaksud tak dijelaskan Brakel dalam bukunya itu. Selain itu, Brakel mengisahkan bahwa ketika dirinya bertugas di Perpustakaan Universitas Leid…
Bali sangat kaya dengan khazanah naskah lama berupa parwa, kakawin, kidung, dan geguritan. Hasil karya sastra tradisional Bali seperti itu memiliki makna yang adiluhung yang patut diteladani oleh masyarakat Bali hingga ke masa depan. Pada hakikatnya, kebudayaan Bali dijiwai oleh agama Hindu yang memiliki inti ajaran yang disebut Sanatana Dharma, yakni kebenaran yang kekal dan abadi, yang mencak…
Dalam rangka penyelamatan isi yang terkandung dalam karya budaya bangsa, khususnya yang terkandung dalam karya tulis yang berupa naskah kuno, Perpustakaan Nasional RI menerbitkan hasil Kajian Naskah Melayu yang berjudul Nilai Kepemimpinan dalam Naskah Hikayat Maharaja Ali (Suatu Kajian Filologi dan Implikasinya bagi Pembelajaran Sastra Indonesia di SMA), Pemilihan naskah ini didasarkan pada kon…
Pada buku ini disajikan hasil penelitian naskah Bratayuda Sabil Khakuliah yang merupakan naskah tunggal (codex unicus) karya Raden Panji Suryawijaya yang ditulis pada tahun 1869. Penelitian ini merupakan langkah awal yang diharapkan membuka perspektif baru bagi studi sastra, khususnya dalam bidang khazanah sastra lama. Melalui penelitian ini, pemikiran, capaian kreasi, transformasi, dan nilai-n…
Dalam rangka penyelamatan isi yang terkandung dalam karya budaya bangsa, khususnya yang terkandung dalam karya tulis yang berupa naskah kuno, Perpustakaan Nasional RI pada kesempatan ini menerbitkan hasil kajian naskah Cina-Jawa yang berjudul Kian Coan. Pemilihan naskah ini didasarkan pada isi naskah yang menarik untuk dikaji dan kemudian diketahui masyarakat.
Dalam buku ini disajikan suntingan teks naskah Serat Weddhataya: Piwulang Joged Utawi Piwulangan Mendhet Raosipun Beksa Wireng Kina koleksi Museum Radya Pustaka, Surakarta dengan nomor RP392. Naskah ini berisi keterangan makna gerakan-gerakan serta tuntunan dalam membawakan tari Wireng.